Pembangunan Pabrik Mortar Dengan Kapasitas 375 Ribu Ton


Semen Indonesia Mulai Pembangunan Pabrik Mortar Dengan Kapasitas 375 Ribu Ton Pertahun Di Bawah Manajemen Pt Mitra Kiara Indonesia

Jakarta, 30 Agustus 2019 – PT Mitra Kiara Indonesia (MKI), perusahaan hasil pengembangan bisnis dari PT Semen Indonesia (Persero), Tbk (Semen Indonesia), memulai pembangunan pabrik mortar baru berkapasitas 375 ribu ton per tahun di Narogong, Gunung Putri, Jawa Barat. Pengembangan bisnis ini merupakan bentuk komitmen untuk memenuhi kebutuhan pasar, sekaligus sebagai sikap dalam menjawab berbagai tantangan pada industri bahan bangunan di Indonesia. Penyertaan modal Semen Indonesia kepada MKI telah dilakukan sejak 26 April 2019, dan sesuai dengan langkah transparansi dan keterbukaan informasi kepada publik, penyertaan modal ini juga sudah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Diperkirakan selesai dibangun pada tahun 2020, pabrik seluas dua hektarini akan berdiri di atas lahan milik PT Solusi Bangun Indonesia yang telah dimiliki oleh Semen Indonesia sejak bulan Januari tahun 2019.

Simbolisasi ground breaking pembangunan pabrik mortar milik MKI ini dilakukan kemarin, Rabu, 29 Agustus 2019, oleh Direktur Utama Semen Indonesia, Hendi Prio Santoso, Direktur Strategi Bisnis & Pengembangan Usaha Semen Indonesia, Fadjar Judisiawan, Direktur Pemasaran & Supply Chain Semen Indonesia, Adi Munandir, Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Aulia Mulki Oemar, dan Direktur MKI, Mirza Whibowo Soenarto.

“Sebagai sebuah entitas yang merupakan bagian dari Semen Indonesia, MKI difungsikan untuk menjalankan bisnis pada industri hilir semen, serta menangkap peluang-peluang lainnya yang mungkin terjadi dalam pertumbuhan industri tersebut, sehingga dapat meningkatkan daya saing usaha dan menjadi sumber pendapatan baru. Pengembangan usaha Semen Indonesia untuk memproduksi mortar sudah menjadi rencana sejak lama karena telah mempertimbangkan besar potensinya, baik dari sisi produksi maupun dari sisi pasar. Kami optimis bahwa 375 ribu ton mortar yang akan diproduksi tiap tahunnya dapat memenuhi kebutuhan 12% pangsa pasar mortar di Indonesia, khususnya wilayah Jawa dan Bali, terlebih lagi dengan melihat masih akan banyak munculnya proyek-proyek pembangunan gedung,” jelas Fadjar Judisiawan, Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha, PT Semen Indonesia (Persero), Tbk.

Bisnis mortar yang berjalan di bawah manajemen MKI ini tidak menggunakan sistem Original Equipment Manufacturer atau makloon, di mana mortar dibeli dari perusahaan lain tanpa label, seperti yang dilakukan banyak produsen mortar di Indonesia. Hal ini dilakukan karena MKI ingin mengembangkan berbagai inovasi dan menghasilkan produk melalui kontrol kualitas berstandar tinggi sebagaimana telah diimplementasikan oleh Semen Indonesia pada produk semen konvensionalnya. Komposisi produksi mortar terdiri dari semen, pasir, batu kapur (lime stone), dan perekat, yang pada umumnya menggunakan pasir alam, namun kini MKI telah mengembangkan inovasi teknologi yang dapat mengolah batu kapur hasil penambangan untuk produksi semen konvensional milik Semen Indonesia sehingga dapat mengurangi penggunaan pasir alam. Dengan penggunaan pasir alam yang semakin sedikit, tentu akan memberikan dampak yang lebih positif kepada lingkungan karena ketergantungan yang semakin kecil pada pasir alam sebagai bahan mentah. Selain itu, MKI juga akan memanfaatkan produksi semen konvensional milik Semen Indonesia untuk memenuhi komposisi produksi mortar, sehingga secara keseluruhan akan memberikan keuntungan melalui efisiensi bahan mentah yang digunakan.

Arsitek Indonesia

October 16th, 2021 at 07 am

Solusi banget nih..

cherry

October 16th, 2021 at 08 am

Semoga sukses selalu Mitra Kiara Indonesia :)

Halo!

×

Tim Kami hadir untuk membantu.
Klik untuk memulai berbicara melalui telepon.

Call Center 0800-1088888